Asinan ala Zara

Ternyata punya ulekan enak yaaaaaaa… ahaha… bisa masak macem-macem dan ngulek-ngulek…[pameeeeeerrr :P]
Baiklah, menu kali ini adalah asinan. Berhubung di kos ada kedondong dan bengkuang lebih, saya berniat bikin asinan.
Bahan-bahan:
-buah kedondong dan bengkuang [bisa ditambah mangga kalo ada]
-cabe merah [banyaknya sesuai selera pedas masing-masing]
-asem jawa
-gula pasir dan garam secukupnya

cara pembuatan:
– Rebus cabe hingga layu [ini bisa mengurangi efek sakit perut setelah makan asinan, kata mama]
– Sementara nunggu cabe direbus, kupas buah lalu cuci
– Setelah cabe matang, ulek cabe bersama garam.
– Rebus air hingga mendidih lalu masukkan ke dalam mangkok
– masukan garam, gula, dan asem jawa, sambel.

jadi deh…

seger :9

paling enak dimakan dingin-dingin pas udara panas…

Kiseki

Selain Hito dan Day by day, suka banget ama Kiseki. Lirik dan melodinya pas banget.

Ashita kyou yori mo suki ni nareru
Afureru omoi ga tomaranai
Ima mo konna ni suki de iru no ni
Kotoba ni dekinai

Kimi no kureta hibi ga tsumikasanari
Sugisatta hibi futari aruita kiseki
Bokura no deai ga moshi guuzen naraba
Unmei naraba kimi ni meguriaeta
Sore tte kiseki

Futari yorisotte aruite
Towa no ai wo katachi ni shite
Itsu mademo kimi no yoko de waratte itakute
Arigatou ya aa ai shiteru ja mada
Tarinai kedo semete iwasete
Shiawase desu to

Itsumo kimi no migi no tenohira wo
Tada boku no hidari no tenohira ga
Sotto tsutsundeku sore dake de
Tada ai wo kanjite ita

Hibi no naka de chiisana shiawase
Mitsuke kasane yukkuri aruita kiseki
Bokura no deai wa ookina sekai de
Chiisana dekigoto meguriaeta
Sore tte kiseki

Umaku ikanai hi datte
Futari de ireba hare datte
Tsuyogari ya samishisa mo wasurerareru kara
Boku wa kimi de nara boku de ireru kara
Dakara itsumo soba ni ite yo
Itoshii kimi e

Futari fuzake atta kaerimichi
Sore mo taisetsu na bokura no hibi
Omoi yo todoke to tsutaeta toki ni
Hajimete miseta hyoujou no kimi
Sukoshi ma ga aite kimi ga unazuite
Bokura no kokoro mitasareteku ai de
Bokura mada tabi no tochuu de
Mata kore kara saki mo nanjuunen
Tsuzuite ikeru you na mirai e

Tatoeba hora ashita wo mi ushinaisou ni
Bokura natta toshitemo

Futari yorisotte aruite
Towa no ai wo katachi ni shite
Itsu mademo kimi no yoko de waratte itakute
Arigatou ya aa ai shiteru ja mada
Tarinai kedo semete iwasete
Shiawase desu to

Umaku ikanai hi datte
Futari de ireba hare datte
Yorokobi ya kanashimi mo subete wakeaeru
Kimi ga iru kara ikite ikeru kara
Dakara itsumo soba ni ite yo
Itoshii kimi e

Saigo no ichibyou made

Ashita kyou yori egao ni nareru
Kimi ga iru dake de sou omoeru kara
Nanjuunen nanbyakunen nanzennen
Toki wo koeyou
Kimi wo ai shiteru

Translation
I’ll love you more tomorrow than today
These overflowing emotions won’t stop
Right now I love you so much
I can’t even put it into words

The days you’ve given me accumulate
The days that have passed, the paths we walked together
Whether our meeting was coincidence
Or fate, just the fact that we met
Is a miracle

We walk close together
Making our eternal love tangible
I want to always be smiling by your side
“Thank you” and, ah, “I love you”
Just aren’t enough, just at least let me say
I’m happy

Just having your right hand
Wrapped up
In my left hand
Made me feel your love

We found the little happinesses in each day
In the slow path we walked
Our meeting is just one small thing
In a big world, but just the fact that we met
Is a miracle

Even on days when nothing goes well
Just being together cheers me up
And I can forget the bravado and loneliness
When I’m with you, lala, I can be myself
Just stay with me forever
My beloved

When we fooled around on the way home
That was one of our precious days, too
And when I finally got up the courage to tell you how I felt
The expression on your face was one I’d never seen before
There was a pause, and then you nodded
Our hearts are filled with love
We’re still on our journey
Towards the future that will hopefully continue
For dozens of years

Even if we lose sight
Of tomorrow

We walk close together
Making our eternal love tangible
I want to always be smiling by your side
“Thank you” and, ah, “I love you”
Just aren’t enough, just at least let me say

Stasiun Balapan

Ning stasiun balapan
Kuta solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Naliko ngeter’kelunganmu

Ning stasiun balapan
Rasane koyo wong kelangan
Kowe ninggal aku
Ra kroso nitis eluh ning pipiku
Daah..dadah..sayang…
Selamat jalan

Janji lungo sedelo
Jare sewulan ora ono
Pamitmu naliko semono
Ning stasiun balapan Solo

Jare lungo mung sedelo
Malah tanpa kirim warto
Lali opo pancen ngelali
Yen eling mbok enggal bali

Buku-buku khaled hosseini

Waktu di bandung, ada temen Kodil yang pinjemin buku ke gue, judulnya a Thousand Splendid Sun. Sambil nunggu temen-temen di tempat janjian yang belum dateng seorangpun, atau pas nunggu Kodil ngurus administrasi kuliah di ITB, gue dengan senang hati baca buku yang dipinjemin Hamidah ke gue. Baru bab awal, gue udah terharu aja dengan kerasnya kehidupan anak 15 tahun yang ditinggal ibunya bunuh diri sementara dia adalah harami – anak haram – yang bapaknya orang terpandang dan kaya di kotanya dan memiliki istri tiga. Seminggu sekali si ayah akan berkunjung ke rumahnya dan saat itu pula dia senang. Di hari ulang tahunnya yang ke-15 tahun dia mau nonton bioskop bersama ayahnya dan saudara-saudara tirinya. Tapi, si ayah ingkar janji dan malah bersembunyi menghindari darah dagingnya sendiri. Ketika ibunya meninggal, ia dirawat di rumah ayahnya. Tapi, si ayah bukannya mengurus dia sebagai anak melainkan membuang dia secara halus dengan menikahkan dia dengan seorang laki-laki berumur 40 tahun asal Kabul, Afghanistan. Disaat itulah, ia bilang kata-kata yang ia janjikan akan ia bilang saat ia bahagia pada ayahnya. Gue lupa tekstualnya gimana, intinya dia bilang selama sehari dalam seminggu dia akan merapihkan diri dan menunggu dengan tenang kedatangan ayahnya. Dan betapa ia sayang ayahnya. Tapi, karena si ayah ini jahat , menurut gue, si anak ini bialng kalo dia juga gak akan mau menemui ayahnya lagi. Dan, saat itulah air mata gue meluncur. Saat itu juga Kodil dateng liat gue nangis. Hehe, malunya.

The Kite Runner
Buku pertama dari Khaled Hosseini, ini gue belum sempet baca tapi udah nonton filmnya. Dan gue juga terharu menelan kenyataan dan fakta di cerita itu yang gak gue duga. Pahit dan sedih banget. Lo pada penasaran kan? langsung aja baca bukunya.
Mantap bangetlah.

Homey, 27 January 2011

Nikah muda [cerita teman saya]

Impian gue waktu kecil ampe SMA untuk nikah muda. Bukan karena gue ngebet or gimana tapi gue ini udah males buat pacaran. Udah gitu, gue ini capek untuk suka ama banyak cowo. Mau gue adalah nikah dengan orang yang gue suka dan gue gak bakal lagi deh tengok sana-sini liat cowo cakep. Hehe.

Temen sekelas gue di kampus banyak yang udah nikah di semester tiga. Ada tiga orang yang nikah, satu orang udah punya anak laki-laki, dan satu lagi cuti karena sedang hamil. Yang belum hamil, ditinggal suaminya tugas ke luar kota karena suaminya adalah angkatan laut yang harus selalu siap sedia ditugaskan dimana aja.

Selain temen sekelas gue, banyak juga mahasiswa yang udah nikah meskipun masih kuliah. Kebanyakan sih adalah mba-mbak akhwat* yang nikah. Tapi, tiga temen gue itu gak termasuk golongan akhwat secara konteks di Indonesia. Salut deh gue ama mereka. Yang udah ngelahirin anak, dia tetep kuliah meski perutnya udah gede dan usia janinnya sembilan bulan. Setelah melahirkan, dia hanya istirahat tiga hari di rumah dan langsung masuk kuliah karena ada kuis. Wehwehweh… gue yang denger cerita dari dia dan temen-temen tentang proses kelahiran aja ngilu gimana dia yang ngalamin.

Seorang temen kelas gue yang suaminya angkatan laut punya ujian lain. Proses mereka untuk menikah lebih berat dari orang biasanya. Semua orang pasti tahu kalo mau nikah itu cukup ada mempelai lelaki dan perempuan, wali, dan dua orang saksi. Itu udah cukup untuk mensahkan pernikahan. Tapi, temen gue ini selain mengurus berkas-berkas di KUA juga harus ikut bermacam tahapan tes di angkatan udara. Terlebih lagi, sendirian. ALONE!!!

Pertama, ikut ujian tertulis essay yang soalnya mirip soal kewarganegaraan. Setelah itu, diajak debat kusir oleh pengujinya. Mending kalo dia kusirnya, yang ada dia dimaenin ama tuh bapak.

Tahap kedua, wawancara secara tersendiri tanpa calon suaminya. Bagian ini cukup berat karena banyaknya para petinggi dari TNI yang mewawancari dia. Gue bisa ngebayangin rasanya, pasti kaya lagi diinterogasi dan disudutkan kalo dia bersalah. Yang ada tar nangis deh. Biasa deh, cewe kan gitu – termasuk gue.

Ketiga, tes virginity. Hee??? Iya!!! Setiap perempuan yang ingin nikah dengan para prajurit harus diperiksa keperawanannya. Kata temen gue itu, kalo ceweknya ketahuan udah gak perawan meskipun calon suami TNI itu bukan yang “menodai” tetep aja prajurit ini bakal dihukum. Lumayan berat.
Kalo lulus semua tes itu, baru deh mereka diijinkan menikah. Well, ternyata nikah itu gak segampang yang gue kira.

Spirit of Jealousy, 5 September 2010
*mohon maaf jika ada informasi yang salah. Penulis menulis ini berdasarkan cerita dari temannya. Mungkin aja si penulis agak budek dan lemot sehingga ada kesalahan. Mohon maaf yang sebesar-besaaaaaaaaarnya.

miss my cats

I miss my cats. Vicky. Beaky the Robin Hood. Blue. Chiko. Comong.

They always run happily with different expressions.
Like humans, they had different personalities.

Vicky is my pet. He liked play with me. Always woke me up in the morning, walked me to school, and cheered me up.

Chiko didn’t care of anything but food. She was wonderful mother. She had many children. Her children were her concern after food. She also had many boyfriends.

Comong was Beaky girlfriend. She had three children. They were like Beaky. In our environment, Comong was the most beautiful cat because her fur was thick. Her mother was Siamese. That’s why many girls jealous with her.

Blue was cheerful cat. He was like Chiko as well – of course because Chiko was his mother. Blue was Vicky’s brother in the second generation after him. His eyes were blue like his name.

Beaky was nice cat I ever had. He had pure heart even his fur was black. He had fierce eyes but you would know that he was not a bad cat at all. He loved his friends and Comong as well. Definitely, his friends loved him back and respect him. He liked to share his food with other. Why I call him Robin Hood? Cos he stole food not only for him but also for his friends. I can’t say that stealing is good. It’s not, is it?
I love them.

Spirit of Jealousy, 21 February 2011