Refreshing at Jurug Zoo

Jurug Zoo, Surakarta

March 31, 2010

Banyak suara-suara tak indah di dalam pikiran

Banyak pilihan-pilihan sulit yang harus ku tentukan

Banyak pula tekanan-tekanan yang membuat ku hilang logika

Tak sedikit tugas-tugas yang belum selesai

Tak sedikit kesedihan melanda

Namun belum juga kutemukan jawaban

Mungkin, dengan berekreasi bisa menghilangkan penat tuk sementara…

Setelah membeli tiket pulang di Palur, motor pinjaman dari Ika menuju dengan ragu-ragu dan pelan memasuki pekarangan luar Jurug, kebun binatang yang berada di dekat UNS. Sambil memakirkan motor, hati gue bertanya, ‘Yakin, Zar? Sendirian aja masuk kebun binatang? Tar disangka mau jenguk sodara lagi…’. Gue meyakinkan diri lagi. Hingga akhirnya membeli tiket dan masuk ke dalam kebun binatang.

Menuju pintu pertama terlihat tiga ekor gajah di kandang yang luas. Ada bayi gajah yang lincah berlari-lari mengitari lapangan. Sesekali menghampiri bapak penjaga yang sedang memotong rumput yang ada di kandang, mungkin ia penasaran.

Perjalan berlanjut sambil ditegur oleh pedagang yang menawarkan makanannya. Keadaan cukup sepi karena hari biasa sehingga gue bisa dengan santai menikmati pemandangan sambil berpikir. Apa yang harus gue lakukan? Apa yang sebaiknya gue pilih? Aaaaaargh!!! Mengapa ini begitu sulit – tapi bisa gue lalui, insya Allah. Pikiran itu terhenti ketika gue melihat sekawanan rusa yang sedang merumput. Sungguh indah melihat kebersamaan mereka. Mengingat saat itu gue sedang merasa sendiri di kota orang.

Melangkah masuk ke dalam kubah burung. Subhanallah, ciptaan Allah memang menakjubkan. Ada burung kakaktua dan nuri yang begitu cantik dan cerah warnanya. Juga ada burung yang terlihat suram, burung gagak yang begitu hitam pekat. Anehnya, burung ini begitu ramah dan mengitu gerak kepala gue dan seakan mengerti kata-kata yang gue ucapkan. Ada pula burung dara kipas yang rontok bulunya dan terlihat botak, mungkin ia sudah tua.

Melangkah lagi, ada burung nazar yang kesepian karena hanya ia sendiri dari jenisnya yang ada di Jurug. Terlihat malas sambil melihat ke arah burung yang sedang terbang. Tetangga burung nazar adalah kakak tua raja berwarna biru keabu-abuan. Ia dinamakan kakak tua raja karena ia memiliki mahkota di kepalanya. Di Jurug, ada banyak burung merak. Mereka sungguh cantik dengan bulu yang bisa mengembang dan mengilat. Tak terkira. Ada juga burung elang, burung dara mahkota, dan burung hantu yang bisa berputar 270 derajat.

Keluar dari kubah burung gue melanjutkan petualangan melewati sungai yang berada di dalam area Jurug. Ada angsa dan entok yang berenang dengan anggun dan kompak. Gue bergerak menuju pinggir sungai untuk mengambil foto. Begitu mendekat, mereka ber kwak-kwek-kwok bagai paduan suara. Mungkin mereka takut melihat gue mendekati mereka. Dasar hewan yang aneh dan GR! Mengingatkan gue ama seseorang :p

Gue meninggalkan unggas nan sombong itu masih dengan sedikit semangat dan banyak berpikir, dan tentu saja masih sendirian.

Tiba-tiba, ada yang menabrak dengan sepeda pink kecilnya. Ia adalah Apin – bukan kucing milik Upin dan Ipin yang di tv itu lho – anak yang baru gue kenal di Jurug. Apin bersama dua orang temannya, Bayu dan Dika. Akhirnya, mereka menemani gue mengelilingi kebun binatang dengan ceria. Kesendirian gue hilang berkat canda-tawa mereka bertiga. Mereka berlagak bagai tour guide gue di kebun binatang.

Kami begitu bersemangat untuk menjelajahi kebun binatang. Karena Apin, Dika, dan Bayu sudah sering bermain di kebun binatang, mereka sudah tahu seluk-beluk dan tempat binatang itu berada. Bahkan Bayu sering sekali naik gajah dan berkeliling kebun binatang tanpa ada pengawal. Dari cerita mereka bertiga, gue seakan sudah mengenal mereka sejak lama padahal kan baru beberapa menit lalu bertemu. Ayah Bayu adalah pelatih gajah di Jurug makanya Bayu biasa menunggangi gajah. Dika bilang, Ayah Bayu dahulu bekerja di Way Kambas – tempat pelatihan gajah – di Lampung. Bayu bilang, ‘dulu Ayah sering tidak pulang.’ Tapi sekarang Bayu senang karena ayahnya tidak harus pergi jauh lagi dan bisa bertemu setiap hari. Bahkan, Bayu ingin menjadi seperti ayahnya, menjadi pelatih gajah.

Sambil berjalan, ketiga anak-anak ini bercerita tentang sekolah, rumah, dan bercanda. Berhubung Apin sudah capek – mungkin bosan – ia pulang terlebih dulu. Gue, Dika, dan Bayu tetap melanjutkan perjalanan sampai kami kelelahan dan memutuskan untuk pulang. Sebelumnya, gue ingin membeli minum dulu karena haus. Dika pun mengajak gue untuk ke warung milik orang tuanya di dekat kandang gajah. Di warung, gue bertemu dengan Ayahnya Dika. Awalnya, gue tidak sadar akan keadaan sang Ayah. Setelah gue lihat dengan seksama, ternyata tangan kanan Ayah Dika tidak ada (baca: buntung). Gue menyempatkan ngobrol dengan Ayah Dika. Ibu Dika adalah seorang guru. Sekarang, beliau sedang melanjutkan S2 di UNS – tempat gue juga berkuliah. Sang Ayah melanjutkan ceritanya, tadinya Ibu Dika mendapat beasiswa untuk sekolah di Swiss tapi tidak jadi karena saat itu sedang hamil 9 bulan, lalu lahirlah Dika. Sang ibu pun lebih memilih untuk merawat Dika daripada pergi ke Swiss menuntut ilmu. Mungkin, bagi Ibu Dika anak lebih berarti.

Setelah itu gue pulang, masih memikirkan kejadian yang menakjubkan di Jurug. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil di setiap kejadian. Di Jurug, gue belajar keramahan anak-anak kecil – Bayu, Apin, dan Dika – yang bersedia menemani gue keliling Jurug. Juga, belajar tentang kehidupan. Orang tua Dika, Ayah yang bekerja dengan jualan di Jurug hanya dengan satu tangan dengan kerja keras, Ibu Dika yang sangat mencintai anaknya hingga melepas beasiswa ke Swiss. Belum lagi tentang penantian Bayu yang setia menunggu ayahnya di rumah saat ayahnya masih di Lampung.

Aah… gue sangat bersyukur lahir di tengah keluarga yang menyayangi gue, seperti keluarga Dika dan Bayu.

Surakarta, 8 April 2010

Always, love u fams!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s